My Tiny Little Steps...
“A journey of a thousand miles must begin with a single step.” – Lao Tzu
Sebelum menulis, barusan saya mencari dulu kata-kata inspirasional sebagai pengingat dan penyemangat diri. Pilihan pertama jatuh kepada kata bijak dari Lao Tzu di atas. Memang inilah langkah kecil saya. Langkah kecil menapaki jalan panjang meraih mimpi besar. Mimpi untuk membangun apotek. Bagi saya ini adalah mimpi besar. Untuk mewujudkannya saya tahu butuh usaha besar pula, disertai dengan keberanian dan doa-doa yang kuat. Jangan lupa juga mohon doa kepada ibunda tercinta, karena atas doa-doa beliau lah keberkahan selalu menyertai saya.
Langkah-langkah kecil saya meraih mimpi itu dimulai dengan menjadi partisipan dari dua grup diskusi Merintis Bisnis Apotek dan FGD Start Up Apotek. Keduanya diprakarsai oleh teman saya sewaktu kuliah dulu, yang sekarang beliau sudah mempunyai apotek dan dengan senang hati ingin berbagi ilmu dan membimbing teman-temannya yang memiliki mimpi yang sama. Beliau berkata (lupa kata-kata tepatnya apa, tapi kira-kira seperti ini): "Semoga dengan membantu teman-teman, Allah membantu saya untuk melejitkan bisnis saya". Yes, it's really amazing isn't it? By giving to others (knowledge, money, help), you will not have less. Instead, you will be given more more more and more by The Merciful (even in an unexpected way). I've been motivated since then and decided to take my dream seriously to the next level with clear actions.
Kenapa sih saya ingin mempunyai sebuah apotek? Apakah karena saya anak farmasi dan punya gelar apoteker? Apakah karena saya ingin mempunyai waktu yang fleksibel supaya bisa sambil mengurus anak dan suami? Atau apakah karena saya ingin menjadi kaya dengan jalan berdagang tapi tetap bisa mengamalkan ilmu yang saya punya? Semuanya benar. Semuanya adalah alasan saya ingin membangun bisnis apotek.
Saya ingin menamai apotek yang akan saya bangun dengan nama Atika Farma, yang diambil dari nama ibu saya. Saya ingat bagaimana perjuangan beliau menyekolahkan saya sampai profesi apoteker sebagai single parent, tanpa almarhum bapak saya. Saya berharap Atika Farma menjadi keberkahan bagi saya, keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Atika Farma insyaAllah akan didirikan di daerah Cinunuk, Bandung tepatnya di Jl. Raya Cinunuk. Peluang bisnis di daerah tersebut menjanjikan karena pengembangan tempat hunian sedang pesat di daerah Bandung Timur. Banyak perumahan baru dibangun di daerah tersebut. Jalan utama tersebut adalah jalan utama yang menghubungkan Bandung dan Sumedang Cirebon sehingga lalu lintas kendaraan selalu padat. Cinunuk berada di pertengahan antara Jatinangor dan Cibiru. Di jalan utama Jatinangor dan Cibiru sudah banyak apotek, namun di jalan utama Cinunuk hanya ada dua apotek besar yaitu KF dan K-24. Apotek lainnya di Cinunuk ada di beberapa daerah perumahan. Saya berpikir ada peluang bisnis di sana. Target pasar saya di awal adalah Jl. Raya Cinunuk dan perumahan sekitarnya. Namun, selanjutnya target pasar dapat diperluas. Sebetulnya ini hanya merupakan gambaran kasar, karena saya belum survey langsung dan menganalisis serta melakukan studi kelayakan secara detail.
Langkah kecil berikutnya yaitu dengan membuat visi misi dari bisnis apotek saya. Layaknya sebuah organisasi dan perusahaan, visi dan misi sangat penting sebagai dasar keberjalanan bisnis apotek. Ini merupakan suatu guidance yang harus digunakan oleh seluruh karyawan dan saya sebagai apoteker sekaligus pemilik dalam menjalankan roda bisnis.
Visi Atika Farma yaitu menjadi apotek yang selalu mengedepankan pelayanan terbaik (service excellence) bagi pelanggan dan membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.
Misi Atika Farma:
1. Melakukan perbaikan terus menerus dalam hal pelayanan.
2. Melakukan terobosan-terobosan dalam strategi marketing.
3. Memperluas bisnis dan target market.
Saya menuliskannya di sini sebagai pengingat bahwa saya juga nanti harus membuat values spesifik untuk Atika Farma.Misi Atika Farma:
1. Melakukan perbaikan terus menerus dalam hal pelayanan.
2. Melakukan terobosan-terobosan dalam strategi marketing.
3. Memperluas bisnis dan target market.
Saya ingat dan sangat terkesan dengan perusahaan terakhir tempat saya bekerja. Pada awal bekerja saya diperkenalkan dengan values dari perusahaan:
We follow the science. We put patients first. We play to win. We do the right thing. We are entrepreneurial.
Oh iya, Atika Farma akan lebih unggul dari apotek lainnya karena:
1. Kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan sikap ramah santun dan empati.
2. Apoteker kompeten siap dan standby untuk memberikan advise dan konsultasi.
3. Layanan antar yang tersedia.
4. Aktif berkontribusi dalam edukasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
5. Ada diskon dan free pengobatan untuk masyarakat miskin sekitar apotek (eligibility criteria untuk ditentukan kemudian).
Langkah berikutnya yaitu membuat daftar hal-hal yang harus disiapkan untuk membuat apotek, dintaranya:
1. Mengumpulkan modal (on-going).
2. Renew kartu anggota IAI. Kartu IAI saya hilang dan belum di-renew.
3. Survey tempat dan silaturahim ke kelurahan dan beberapa instansi lainnya.
4. Susun studi kelayakan bisnis.
5. Membuat business plan apotek, termasuk strategi marketing di awal.
5. Mengurus perizinan apotek.
6. Menyusun SOP apotek (kerja, pengadaan barang, jobdesc dsb), requirement specification untuk karyawan.
7. Rekrutmen karyawan
8. Pengadaan barang
Itu adalah delapan list besar yang harus saya kerjakan. Masing-masingnya harus saya buat lagi rinciannya secara jelas dan tertulis disertai timeline. Saya memang masih berada di UK untuk 2 tahun ke depan, tetapi saat saya pulang ke Indonesia September ini saya akan mulai dari poin 2 dan 3. Saya akan lakukan yang bisa saya lakukan sekarang.
"Start where you are. Use what you have. Do what you can.”– Arthur Ashe
"Don’t wait. The time will never be just right.”– Napoleon Hill
Semoga dua kalimat penutup di atas selalu menjadi pengingat dan penyemangat diri. Semoga segala sesuatu yang saya lakukan sekarang dan yang akan datang selalu dengan niat karena Allah. Semoga segala sesuatunya dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar