My Personal Branding

Melanjutkan postingan sebelumnya, dalam rangka mengejar mimpi membuat apotek, saya ikut FGD dan mendapatkan tugas untuk membuat Personal Branding. Saya diarahkan ke suatu situs yaitu temubakat.com dan melakukan test Strength Typology. Setelah itu saya diminta untuk membuat action plan personal branding sebagai apoteker.

Pertama. Hasil Strength Typology
Gambaran Umum:
Saya adalah: orang yang suka sekali mengatur penempatan atau penugasan orang (arranger), berani menghadapi orang secara empat mata, keras kepala, berani mengambil alih tanggung jawab (commander), senang mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik (communicator), analitis, teliti dan suka mengumpulkan informasi (evaluator), senang mempelajari latar belakang, senang olah pikir, menyendiri (explorer), analitis dan senang berkomunikasi (interpreter), memiliki intuisi dalam memilih jalan menuju tujuan (strategist).

Strength Cluster:
Saya mempunyai lima kelompok kekuatan, diantaranya reasoning (lower left brain), headman (interpersonal - influencing others), elementary (language and administration), generating idea (right brain), networking (interpersonal - work with others).



Dari chart di atas dapat dilihat kalau kekuatan utama saya adalah reasoning dan headman. Ketiga unsur lainnya mengambil porsi yang sama yaitu 14%.  Dengan peta kekuatan di atas, saya cukup percaya diri bahwa saya bisa dan mempunyai kapasitas yang cukup untuk membangun bisnis apotek yang sukses. Mungkin yang saya butuhkan dari waktu ke waktu adalah suntikan semangat dari berbagai pihak (suami, keluarga, coach, teman sesama pebisnis apotek dan lain lain).

Kedua. Action Plan 
Yang terpikir saat ini (mungkin akan berubah seiring berjalannya waktu), personal branding yang saya pilih yaitu "Apoteker sukses yang kompeten dan membantu meningkatkan kesehatan masyarakat".

Ada tiga hal utama yang akan menjadi fokus untuk mewujudkan branding tersebut, yaitu: sukses, kompeten, membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Action plan akan dibagi ke dalam tiga kategori tersebut.

Sukses
Pada parameter ini saya akan fokus pada sukses dunia. Untuk sukses akhirat akan saya masukkan ke parameter ketiga. Ukuran sukses untuk saat ini: BEP 6-12 bulan, setiap tahun bisnis tumbuh dan berkembang (persentase kuantitatif untuk ditentukan kemudian). Untuk memenuhi target tersebut maka rencana aksi yang dapat saya lakukan:
1. Buat business plan apotek
2. Mencari lokasi apotek yang sesuai (kalau memungkinkan, mempunyai ruko atau tempat sendiri) + membuat studi kelayakan bisnisnya
3. Mengurus perizinan, stok barang dll
4. Membuat strategi marketing di awal dan selalu di-update sesuai kebutuhan
5. Sebelum apotek buka (misalnya saat masih memgurus perizinan), kenalkan atau promosikan calon apotek kita kepada masyarakat sekitar. Media dan cara promosi untuk dipikirkan lagi (bisa lewat grup wa ibu-ibu pengajian yang saya ikuti misalnya atau lainnya yang lebih efektif)
6. Di awal, melakukan evaluasi penjualan per bulan, memantau kinerja apotek secara keseluruhan dan melakukan adjustment terhadap strategi marketing jika perlu agar target BEP 6-12 bulan tercapai. Setelah itu, evaluasi dapat dilakukan tiap 3 bulan dan target yang dituju sekarang adalah berkembangnya bisnis.
7. Membuat database pelanggan.
8. Membuat data medis (riwayat pengobatan) pasien yang rutin berkunjung ke apotek. Misalnya pasien penyakit kronis yang rutin tebus resep di apotek.

Sementara, baru delapan hal di atas yang terpikir untuk dilakukan agar menjadi sukses ala saya. Nanti akan saya update lagi.

Kompeten
Yang dimaksud kompeten disini adalah mempunyai kecukupan dan kelayakan ilmu sebagai seorang apoteker sehingga dapat melakukan konseling dan edukasi terhadap masyarakat dengan baik. Untuk mencapai hal tersebut, saya betul-betul harus keep up banyak karena sudah lama saya meninggalkan bangku perkuliahan dan selama 5 tahun, saya bekerja di industri farmasi. Kemampuan dan kompetensi saya tentu saja masih jauh dari apa yang diharapkan sebagai apoteker di apotek. Dulu, ujian resertifikasi apoteker pun, saya mengambil yang industri. That's why I should refresh my knowledge:
1. Baca buku-buku pendukung. Yang baru terpikir adalah buku farmakoterapi. Buku farmasi lainnya apa ya haha... Bisa juga ditambah buku motivasi dan komunikasi.
2. Mengasah kemampuan komunikasi yang efektif agar dapat menyampaikan informasi dengan baik kepada pasien. Ini tentu saja terkait jam terbang juga. Semakin sering memberikan konseling, akan semakin lancar berkomunikasi. Nah, kira-kira untuk mengevaluasi apakah komunikasi kita sudah efektif kepada pasien bagaimana caranya ya?
3. Mengikuti seminar-seminar dan course yang berguna untuk meningkatkan kompetensi saya (seminar-seminar IAI atau online course di futurelearn.com misalnya).

Saya baru kepikiran tiga hal di atas. Menurut saya, yang paling penting adalah niat. Loh, apa hubungannya dengan kompetensi?
Jadi begini, ketika kita berniat memberikan pelayanan terbaik untuk pasien/konsumen dan yang kita pikirkan pertama adalah kepentingan pasien maka otomatis kita juga akan selalu berusaha menjadi lebih baik lagi dan lagi, mengasah kemampuan kita agar bisa mengedukasi mereka terkait obat dengan baik. Lebih jauhnya, peningkatan kesehatan masyarakat.


Meningkatkan kesehatan masyarakat
Nah, poin yang terakhir ini yang menurut saya penting juga. Saat masih bekerja di industri, kadang-kadang saya berpikir 'jadi dengan bekerja di industri ini apa sebenernya kontribusi saya terhadap masyarakat?' Saya berpikir seperti itu karena mungkin saya tidak secara langsung bersinggungan dengan kepentingan masyarakat. Saya parno karena mengingat bahwa ilmu yang kita dapat itu akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah. Apakah ilmu yang kita pakai diamalkan kah? Ini saya emang berlebay, karena kalau dipikir-pikir pun, saya kerja di industri ya ada juga kontribusinya ke masyarakat dengan menyediakan supply obat yang dibutuhkan misalnya. Jadi, ini balik lagi ke niat. Apapun pekerjaannya, niatkan untuk sesuatu yang baik-baik. Niat untuk beribadah. Kecuali kerjaan-kerjaan yang dilarang Allah ya (mencuri dsb).

Kalau Allah mengizinkan saya untuk mempunyai apotek (aamin), poin ini menjadi sangat penting dan harus mendasari day to day activity saya sebagai apoteker atau pemilik apotek. Sebagai pebisnis memang harus berupaya untuk menghasilkan profit. Profit itu sangat penting. Tapi kita (saya) harus mempunyai BIG PICTURE bisnis sehingga bisa bahagia dunia akhirat. Jadi parameter 1 dan 3 dari personal branding saya HARUS beriringan dan balance.

Rencana aksi yang dapat dilakukan untuk parameter ketiga ini yaitu:
1. Kompeten (parameter 2)
2. Merancang rencana edukasi masyarakat secara perlahan dan bertahap. Ketika awal buka, saya tidak muluk-muluk sih. Langkah awal yang terpikir ya memberikan konseling yang tepat dan konsisten kepada pasien. Kepikiran konsisten, karena saya berpikir akan susah sekali mengubah pandangan pasien terhadap obat (antibiotik misalnya). Maka yang penting adalah paparan yang terus menerus dan konsisten agar pemahaman pasien terhadap obat lebih baik. Media seperti leaflet atau brosur mungkin akan menghabiskan kertas dan dana. Saya kepikiran untuk memasang poster di apotek terkait beberapa hal yang misleading di masyarakat, misalnya saya pasang "Antibiotic doesn't cure toothache". Itu brosur yang saya lihat di NHS Dental Teaching Hospital di UK. Saya jadi terinspirasi memasang poster itu di apotek saya heuheu...
3. Bekerja sama dengan elemen masyarakat lain untuk proses edukasi. Misalnya mengadakan edukasi tentang penyakit tertentu (yg prevalensinya tinggi di daerah sekitar apotek).

Ini baru brainstorming awal terkait personal branding saya. Hal-hal yang saya tuliskan di sini sebagian besar adalah hal umum, belum detail. Saya punya peer tersendiri untuk membuat detailnya. Mungkin tidak akan saya share di blog juga karena nanti kepanjangan haha. Yang jelas, ini merupakan langkah awal yang baik. Segala sesuatu itu memang sebaiknya tertulis. Apalagi saya orangnya pelupa, semua ide yang tiba-tiba muncul harus ditulis.

Terima kasih untuk grup FGD dan Merintis Bisnis Apotek, khususnya para coach dan admin. Semoga semua mimpi kita (dalam mempunyai apotek yang sukses) bisa tercapai. Aamiin. 



Komentar

  1. Sukses ya Mbak buat Apoteknya. Suka sekali sy Baca nya

    BalasHapus

Posting Komentar